Tarian Penyambut Tamu
Dengan
bertambahnya tahun, bergantinya generasi dan perkembangan zaman yang begitu
pesat, ada kalanya tradisi yang telah dipertahankan dan dijaga dengan baik oleh
para leluhur kita secara perlahan-lahan mulai luntur. Generasi muda, karena
pengaruh dari budaya modern yang berkembang saat ini, sedikit demi sedikit
mulai melupakan dan tidak meminati budaya asli tradisionalnya sendiri. Jika hal
tersebut terus dibiarkan, maka warisan asli budaya tradisional akan punah
dengan cepat. Salah satu kebudayaan Bima yang masih eksis hingga sekarang
adalah tarian tradisional. Tari wura bongi monca merupakan salah satu tarian
tradisional yang masih eksis dan masih sering dipentaskan diberbagai acara. Tari
wura bongi monca merupakan tarian selamat datang atau penyambutan tamu yang
khas dari daerah Bima. Tarian ini dilakukan secara berkelompok dengan gerakan
yang lemah lembut sambil menaburkan beras kuning sebagai simbol penghormatan
dan harapan. Tarian ini biasanya dibawakan oleh 5-6 penari perempuan dengan menggunakan baju adat bima. Nama tarian ini diambil dari bahasa Bima yaitu, wura berarti
menabur, bongi berarti beras dan monca berarti kuning. Jadi, artinya tarian menabur beras kuning.
Dalam tradisi Bima, beras kuning adalah lambang kesejahteraan. Tamu dianggap
sebagai pembawa rezeki atau berkah, sehingga mereka menyambutnya dengan meriah
sebagai tanda penghormatan, doa dan rasa syukur. Zaman boleh berubah, generasi
boleh berganti namun kelestarian budaya tradisonal adalah tanggung jawab kita
bersama untuk menjaganya. Orang tanpa pengetahuan tentang sejarah masalalu,
asal usul, dan budaya mereka seperti pohon tanpa akar karena budaya menunjukkan
identitas seseorang.
Nilai
baik dari tarian tradisional
Bima ini adalah bahwa
masyarakat bima sangat menghormati
dan menghargai para tamu yang datang baik itu tamu dari luar daerah ataupun
tamu penting yang ada di
daerah
bima itu sendiri. Bagi masyarakat bima tamu merupakan orang yang terpenting dan
terhormat, masyarakat bima mayoritas beragama
Islam, oleh karena itu,
menurut ajaran Islam
kita tidak boleh memutuskan tali silaturahmi dengan masyarakat lain. Tarian ini
mempunyai lambang kesejahteraan dan mengandung makna-makna kehidupan di
dalamnya. Masyarakat bima sangat menjunjung tinggi rasa saling menghormati agar
terciptanya Bima yang sejahtera.
apakah tarian tarian ini hanya digunakan untuk menyambut tamu?
BalasHapusTidak hanya untuk menyambut tamu, tarian ini juga dilakukan bila ada upacara adat seperti hari jadi Bima, sunatan, hajatan dan lain-lain.
HapusKereeeennn👍
BalasHapusTerimakasih semoga bermanfaat yah.
HapusBerarti setiap orang yang bertamu ke bima akan disambut dengan tarian tersebut?
BalasHapusSetiap ada tamu penting, baik itu tamu dari luar daerah maupun tamu penting yang ada di daerah bima sendiri.
HapusKerenn
BalasHapusTerimakasih, semoga bermanfaat ya. Ayo letarikan budaya kita bukan budaya luar.
HapusWoo...postingannya keren, yang narinya juga.👍
BalasHapusTerimakasih.
HapusMantap👍
BalasHapusTerimakasih..
HapusMenarik, semoga yang punya blog ini juga bisa menari. 😂😂
BalasHapusHehehe, nggak bisa nari kk, terlalu kaku..
HapusLuar biasa
BalasHapusAlhamdulillah, semoga bermanfaat. Tunggu postingan slnjutnya ya.
HapusMantap lahh ��
BalasHapusTerimakasih😊
HapusJadi lebih banyak wawasan ni tentang budaya
BalasHapusAlhamdulillah, semoga bermanfaat yaa😃
HapusHebat memang Indonesia memiliki banya budaya.. Makasih infonya menambah wawasa sy tentang budaya
BalasHapusSama-sama. Iya, Indonesia memang kaya akan budaya.
HapusDalam acara seperti apa saja dipakai tarian penyambut tamu ini?
BalasHapusAcara festival budaya, hari jadi bima, acara sunatan dan hajatan, tarian ini juga sering dibawakan saat ada acara lomba.
Hapusfotonya cantiikssss hihi,,,
BalasHapustrimakasih juga untuk infonya :)
Sama-sama, semoga bermanfaat yaa.
Hapustulisan saudari ini sangat2 mmberi manfaar untuk tradisi mbjo sang satu ini.
BalasHapusTerimakasih, jika memang bermanfaat...
Hapusnice, ditunggu postingan selanjutnya
BalasHapusSipp 😊
HapusTerimakasih kak buat infonya, jadi banyak tau tentang budaya mbojo, ditunggu postingan selanjutnya 😉
BalasHapusSama-sama, syukurlah kalau postingan ini bisa menambah wawasan tentang budaya.
HapusIzin share yaa..
BalasHapuswiiih mantap.
BalasHapusTerimakasih, semoga bermanfaat ya..
Hapusjadi lebih banyak pengetahuan tentang Bima
BalasHapusterima kasih kak....
Alhamdulillah😃
HapusTerimakasih infonya.
BalasHapus. jadi banyak tau tntang budaya mbojo😊
Sama-sama, terimakasih juga karena telah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini.
HapusMantap 😊
BalasHapusTerimakasih
Hapus