Fitua Mbojo
Fitua atau “Ngaji Tua” merupakan
ilmu yang berasal dari hasil kajian-kajian orang tua di Bima. Kajian-kajian ini
yang berdasarkan Dalil Naqli dan Dalil Aqli. Adapun Dalil Naqli adalah dalil
yang bersumber dari Al-qur’an dan Hadist sedangkan Dalil Aqli adalah dalil yang
bersumber dari akal manusia. Bagian inti sari kajian orang tua di Bima yaitu
kajian tentang penciptaannya Nabi Muhammad SAW, karena kajian ini mengarah
kepada inti ibadah kepada Allah SWT.
Muhammad Dilahirkan Sebagai Manusia
Rancangan ruma (Allah SWT) pada penciptaan-Nya yang bernama Muhammad
melalui nurun fauqa nurin. Nabi Muhammad bersabda yang
artinya nahu laina manusia bune nggomi doho nahu ma
ngepa dibawa Allah Tuhanku (aku bukan manusia seperti kalian aku berlindung dibawah
Allah Tuhanku) (Al Hadist). Maksud hadist ini terletak
pada prosesnya yang memang lain baik pada jasmani teristimewa pada
rohani/ruhnya. Walaupun keberadaannya di dunia hanya sebagai seorang rasul
terakhir sekaligus penghulu para nabi dan rasul
akan tetapi nilai lebih yang diberikan Allah padanya adalah rahmatan lil alamin.
Pada awal penciptaannya, di alam
Jarwan namanya adalah Nur Muhammad, di alam Malakut
bernama Ahmad dan setelah lahir bernama Muhammad. Penjelasan singkatnya sebagai
berikut.
1. Nur
Muhammad
Khalaqa qoblal asyai nuru nabiyyuka. Artinya
telah dijadikan sebelum segala sesuatu Nur nabimu (yaitu dari Nur dzat-Nya).
Nur ini menjadi ruh, ruh menjadi sifat dan sifat menjadi hayyut (hidup) sebelum
hayyun. Ruh inilah ketika dimasukkan kedalam tubuhnya menjadi nyawa, ketika
keluar namanya nafas, ketika
berkehendak namanya hati, ketika memilih namanya ikhtiar, ketika percaya
namanya iman, ketika menjalankan perintah namanya Islam, dan ketika menjalankan
dan membuat sesuatu namanya akal.
Di dalam
kitab Maulidu Barzanji dijelaskan bahwa Nur tersebut Allah pindahkan kepada
Aminah ibu kandung Nabi Muhammad dan telah diumumkan keseluruh penghuni bumi
bawa Nur-Nya telah dikandung oleh Aminah. Aminah pada waktu itu memandang alam
raya ini bagaikan Nur.
“ tsaqalahu ilamukarrihi min sodafati
aminatudzuhriyati wanudya fiissamawati walardi bihamliha lianwarihi
adzakiyati”.
2. Di alam
Malakut bernama Ahmad
Jarak
antara kerasulan Nabi Isa dengan kelahiran Muhammad terpaut sangat jauh yaitu
kurang lebih 400 tahun, namun Allah
SWT. telah memberikan pengetahuan tentang
kelahiran Nabi Muhammad yang ada dalam Firman
Allah yang artinya: “Dan (ingatlah) ketika
Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya
aku utusan Allah kepadamu, yang
membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan datangnya
seorang rasul yang akan
datang sesudahku, yang namamya Ahmad (Muhammad). Maka
tatkala rasul itu datang kepada meraka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, meraka berkata, “ini adalah
sihir yang nyata”. (QS. As-Saff 61:6)
3. Muhammad
Nabi Muhammad lahir pada hari Senin 12
Rabiul Awal tahun gajah (20 April 571 M). Semasih
segumpal darah, masil
dalam genggaman Tuhan yang bersifat berkehendak atas makhuluk-Nya (kun).
Sodi
mcambe fitua mbojo (tanya jawab dalam kajian orang tua Bima).
Tanya:
kapan Muhammad berganti nama?
Jawab: di
waktu memotong tali pusar.
Tanya:
kapan Muhammad melihat dan mengenal dirinya?
Jawab:
dengan adanya alif yang berdiri sendiri.
Tanya:
kapan Muhammad berganti menjadi nama Allah?
Jawab: di
waktu mengangkat tangan waktu takbir (Allahu Akbar).
Tanya:
kapan Muhammad diangkat menjadi rasul dan menyempurnakan firman dan hadist?
Jawab: di
waktu membaca Al-Fatihah.
Tanya:
kapan Muhammad kembali ke surga menjadi sifat yang bernama Muhammad?
Jawab: di
waktu membaca tahiyat awal.
Tanya:
kapan Muhammad kembali diri yang suci menjadi sifat Tuhan?
Jawab: di waktu membaca tahiyat akhir
maka Muhammad menjadi Syahadat, menjadi dzat Tuhan.
Muhammad
sebenarnya adalah jasad kita dan ruh kita juga terutama akan terlihat kristal
hakikatnya adalah pada saat jasad lengkap dengan ruh (hidup) lagi dalam
menyembah Allah yang memang harus disembah. Kalau tidak menyembah Allah
bukanlah dikatakan Muhammad/Ahmad.
Gambaran sederhana tentang Ahmad/Muhammad dalam perilaku sholat
akan nampak mulai berdiri lurus pada awal sholat, ruku’, sujud dan tahiyat
akhir. Lihat posisi huruf dan bentukan
huruf pada gambar di bawah ini:
Gambar 1:
seorang hamba yang sedang berdiri tegak melakukan Takbiratul
Ikhram sebagai tanda penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah yang Maha Besar.
Ditunjukkan dengan bentuk dan wujud huruf alif yang tegak lurus.
Gambar 2:
seorang hamba yang sedang melakukan ruku’
dihadapan Allah yang Maha Besar sebagai wujud penghinaan diri dihadapan Allah
yang Maha Mulia.
Gambar 3:
seorang hamba yang sedang sujud dihadapan Allah yang Maha Tinggi sebagai bentuk
merendahkan diri dan penuh rasa takut kepada Allah SWT.
Gambar 4: seorang hamba
yang sedang duduk tahiyat sebagai
rasa hormat dan mengharapkan kebaikan dihadapan Allah yang Maha Memberi.
Saya merasa bangga pada tradisi
fitua ini karena mengajarkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Fitua atau
ngaji tua ini dijadikan sebaga filososi kehidupan oleh masyarakat mbojo zaman
dulu, sebagian besar dari ilmu fitua ini merupakan petunjuk dan ajaran-ajarannya
sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan rasul, sehingga kita mengikuti ajaran yang
sesuai dengan petunjuk itu dan meninggalkan sebagian yang bertentangan dengan
ajaran Allah SWT. Orang bima merasa senang dan gembira kalau memahami fitua
dari para orang tua terdahulu. Mereka akan memahami itu dengan baik dan
mempertahankannya karena tidak sembarangan orang yang bisa memahami ilmu itu.
Bagi orang yang bersungguh-sungguh memahami tradisi itu maka mereka akan
sungguh-sungguh pula beribadah kepada Allah SWT. Nilai baik dari tradisi ini
yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan
dan memahami hakikat penciptaan manusia, bahwa manusia diciptakan untuk
menghambakan diri kepada Allah.




Luar biasa sangat bermanfaat min, trimakasih bnyak infonya ^^
BalasHapusSama-sama. Ayo kita sebagai generasi bangsa ini untuk tetap melestarikan budaya kita.
HapusSangat bermanfaat. Terima kasih.
BalasHapusSama-sama kak
HapusTerimakasih informasinya kak, sangat bermanfaat ����
BalasHapusSama-sama.
HapusTerimakasi infonya
BalasHapusSama-sama, semoga bermanfaat yah.
HapusInfo yang menarik. Terima kasih sangat bermanfaat buat saya 😊
BalasHapusAlhamdulillah
HapusSangat bermanfaat..
BalasHapusKembangkan yunda rida.
Iyaa pasti akan ada postingan-postingan selanjutnya.
HapusWah...bermanfaat banget, nambah ilmu pengetahuan dan wawasan.
BalasHapusManfaat nya sangat baik, untuk kaum muda penerus bangsa.
BalasHapusSangat bermanfaat informasinya. Terimakasih sudah share
BalasHapusApakah fitua ini masih dilakukan sampai sekarang? Dan apakah ada waktu2 tertentu?
BalasHapusMasih dilakukan smpai skrng, tetapi bersifat rahasia atau tertutup.
HapusNambah imu baru ini, bermanfaat banget ��
BalasHapusTerimakasih infonya sangat bermanfaat
BalasHapusInfonya bermanfaat banget, ☺️😊
BalasHapusterimakasih atas postingannya, bermanfaat sekali dan bertambah wawasan saya tentang tradisi mbojo.
BalasHapusSama-sama, jngan pernah bosan untuk membaca tulisan tentang budaya.
HapusTrima kasih infonya, sngat bermanfaat
BalasHapusJadi teringat kembali masa-nasa kecil waktu ditimang kakek sambil diceritakan Fitua oleh beliau. ��. Bermanfaat sekali, semoga warisan fitua ini ttp lestari oleh kita generasi muda.
BalasHapusWalaupun cerita2 dalam fitua jika dikaji lagi, ada yg tidak sesuai dgn hadits dan pengkajian modern.
Iyaa ini memang tugas kita sebagai generasi muda untuk tetap melestarika budaya kita.
HapusTerimakasih infonya sangat bermanfaat ,ditunggu postingan2 selanjutnya :)
BalasHapusSama-sama, ditunggu yaa postingan slanjutnya.
HapusWow. Amazing information😍
BalasHapusThanks
HapusDengan adanya postingan ini, semoga kita tidak lupa akan tradisi dari daerah kita sendiri.👍
BalasHapusBermanfaat sekali.. ditunggu postingan selanjutnya 😊
BalasHapusinfo yang bermanfaat.
BalasHapusSangat menambah wawasan dan bermanfaat sekali. Jadi tau budaya mbojo kayak gimana.
BalasHapusTerimakasih infonya😊
Bangga kami
BalasHapusMemang kita sepatutnya bangga pada budaya sendiri.
HapusProud to be Bimaness. Sangat bermanfaat ilmunya. Thanks☺
BalasHapusTerimakasih kembali karena sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini.
HapusWah keren.. makasih aras infonya
BalasHapusSama-sama, jangan pernah bosan untuk membaca postingan-postingan seperti ini, agar pengetahuan kita tentang budaya bertambah.
Hapussangat bermanfaat,,, awalnya yang gak tahu, skarang jadinya tahu ...
BalasHapusSyukurlah, jika postingan ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang budaya dan tradisi kita.
HapusIzin share
BalasHapusterimakasih,, bermanfaat
BalasHapusInfo yang menarik
BalasHapus. terimakasih infonya
Sama-sama semoga bermanfaat ya
HapusSemoga bermanfaat ya.
BalasHapus